Tag: Sarung Tinju

Mengenal Aturan Olahraga Tinju Secara Benar

No Comments
Mengenal Aturan Olahraga Tinju Secara Benar

Bukan hanya sekadar olahraga, tinju adalahsebuah seni bela diri. Olahraga kontak jasmani ini paling disukai masyarakat dibanding yang serupa, layaknya mix martial arts (MMA) dan juga para petinju dunia legendaris. Perbedaan sangat utama berasal dari tinju bareng seni bela diri lain ialah pemakaian anggota tubuh yang diizinkan untuk menyerang, yakni cuma menggunakan tangan. Olahraga yang telah tersedia semenjak zaman kuno, tergolong era Romawi ini, mempunyai pelbagai ketentuan supaya pertandingan berlangsung aman dan adil. Dalam pertandingan tinju profesional, ketentuan tersebut sudah diformulasikan oleh Federasi Tinju Dunia (WBF).

Mengenal Aturan Olahraga Tinju Secara Benar

Cincin Tinju

Cincin tinju berbentuk persegi dan mesti sedang di sisi antara 4,9 dan 7 meters. Ini memiliki empat senar elastis, bareng diameter antara 3 dan 5 sentimeter, dan mereka mesti digantung di pos di 41, 71, 102 dan 132 inci berasal dari basic ring. Pos mesti dilapisi bareng permukaan yang halus supaya petinju tidak terluka selagi menabrak keliru satunya.

Sarung Tinju

Di era modern, sarung tinju memiliki berat 8-10 ons. Pemilihan tersebut berhubungan berasal dari ruang belajar dan persetujuan berasal dari kedua petinju.

Umumnya berasal dari ruang belajar terbang mini (minimumweight) sampai welter dapat menggunakan sarung tangan bareng berat 8 ons

Sepatu

Sepatu yang dipakai petinju mesti memiliki sol atau alas bawah yang tercipta berasal dari karet guna menghindari bisa jadi terpeleset di atas ring. Sepatu petinju profesional tergolong harus memadai standar yakni melebihi mata kaki sang petarung.

Pelindung Gigi

Olahraga tinju akrab bareng hantaman baik di badan maupun anggota muka. Karenanya, sehebat apa-pun petinju profesional diharuskan memakai pelindung gigi.

  • Minta lawan jatuh 2 ke 3 kali di atas RING
  • –Knock out, selagi lawan tiba di tanah atau bersangga pada tali, dan wasit menghitung sampai 10 dan atlitnya tidak dapat berdiri pada selagi itu;
  • Wasit termasuk dapat mencetak KO teknis. Hal ini berlangsung kala keliru satu petinju memungut alih tidak sedikit pukulan beruntun dan wasit memandang bahwa dia tidak dapat menerimanya;
  • Terakhir, keliru satu asisten dapat melempar handuk ke lantai, dengan kata lain mereka menyerah dalam pertarungan.